Hanya Sebuah Blog

25/02/2009

Serenada Terakhir Sang Penggesek Biola

Diarsipkan di bawah: Cerpen — dodinp @ 6:40 AM
Tags:

“Nanda”..begitulah nama yang terucap dari bibirnya saat saya berkenalan dengannya sekitar 1 bulan yang lalu, memang baru kali ini Nanda terlihat di komplek perumahaan ini, sejak umur 6 tahun Nanda mengikuti keluarganya di Jogja dan baru saat ini kembali ke Kota ini setelah menyelesaikan study nya, ada hal yang menggelitik nurani ini kepiawaian nanda memainkan dawai biolanya sangat unik karena sangat jarang di kota ada ini ada pemain biola yang memainkan deretan serenda yang menyayat hati.

Memang Nanda belajar biola di kota pelajar saat ia menjalankan study di sana, sejak kedatangan Nanda komplek perumahaan ini pada saat malam menjelang di tambah menjadi syahdu dengan alunan serenada dari biolanya, secara jujur memang saya sendiri kurang mengenal Nanda berbeda dengan keluarganya yang lumayan akrab dengan saya, karena seringnya saya melintas di depan rumah Nanda sakarang ini setiap pergi dan pulang kuliah pasti selalu menyapa Nanda yang duduk di teras rumahnya.

(lagi…)

16/02/2009

Kereta Tiba Pukul Berapa

Diarsipkan di bawah: Cerpen — dodinp @ 3:26 AM
Tags:

“Kak, jemput adek besok jam 7 sampe ke Palembang, adek naik kereta malam dari Lampung..jangan sampai telat ya kak”. Begitu sebait sms yang masuk ke inbox hp ini, getaran yang terasa pinggang ini, segurat senyuman menghiasi wajah ini,

“oke, jam 7 sudah di sana..salam rindu”,
demikian lincahnya jari jempol ini mengirim balik sms dengan kerinduan hati, motor langsung akau pacu walau tidak akan bisa terlalu cepat karena vespa 1965 merupakan motor lawas dan sesampai dirumah motor langsung di cuci biar “kinclong” untuk menjemput si dia esok hari.

(lagi…)

13/02/2009

Kojak And The Gank

Diarsipkan di bawah: Cerpen — dodinp @ 4:21 AM
Tags:

Malam belum lagi larut. Pertokoan di pusat kota ini masih memamerkan dagangannya. Lima bocah ingusan tampak memadati sudut lorong. Bergulat, berebut, saling tarik. Seorang diantaranya yang berkepala botak terjungkal masuk kedalam tong sampah. Kakinya diatas yang menggantikan posisi kepala itu, ditarik empat bocah lainnya.

Saat tong sampah terguling, terbebaslah si Botak. Dengan telanjang kaki, tubuh mungil itu sigap melesat diantara orang yang melintas ditrotoar jalan. Sepertinya si Botak membawa sesuatu dalam dekapannya. Ke empat bocah lainnya tidak kalah gesit mengejar.

“Gila.” Dengan kepala sedikit bergeleng, kembali kuarahkan pandangan kepada perempuan cantik dihadapanku. “Anak-anak itu, An.” Aku jelaskan kepada Ana, yang terlihat sedikit bingung.

(lagi…)

19/07/2007

Ujang Dan Fenomena Rutan

Diarsipkan di bawah: Narasi — dodinp @ 6:50 AM
Tags:

Ujang hanya tertunduk lesu di sudut kamar sambi memperhatikan si Amat yang sedang menulis di dinding sel, kasus pengeroyokan seperti itulah yang di kenakan kepadanya kasus yang di karenakan darah mudanya yang tidak terkontrol menyebabkan laki-laki yang baru 6 bulan menikah ini berkelahi dengan pemuda yang juga tinggal 5 gang dari tempat si ujang tinggal dengan dalih harga diri, di mana berujung kepada dinginnya pelukan kamar di salah satu rumah tahanan di kota ini.

Dengan menghuni kamar ukuran tidak lebih dari 5 X 5, Ujang di tempatkan di kamar tersebut dengan belasan penghuni lainnya dari berbagai macam masalah dan latar belakang yang berbeda., banyak masalah yang di hadapi dari menghadapi si “Roin” si kepala kamar yang menguasai beberapa blok yang ada di Rutan tersebut penah beliau berkelahi dengan si penguasa rutan ini tetapi yang di hadapi nya justu penganiayaan yang di lakukan oleh pengikut-pengikut si Roin, yang membuat ujang babak belur dan di masukan ke dalam kamar isolasi untuk beberapa hari.

(lagi…)

« Halaman Sebelumnya

Blog pada WordPress.com.